Fruit Indonesia 2016 : Dampak dan Isu Menarik dalam Pelaksanaannya

logo-fruit-indonesia

Fruit Indonesia adalah salah satu bentuk kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi buah lokal. Dalam sejarahnya yang saya ketahui, Fruit Indonesia 2016 adalah kelanjutan dari kegiatan Festival Bunga dan Buah Nusatara (FBBN) 2015 yang diperbesar hingga bertaraf Internasional. Lebih jauh lagi, Fruit Indonesia dulunya dikenal sebagai Festival Tanaman. Menurut artikel yang tertera pada Agrohort.ipb.ac.id, Festival Tanaman yang diadakan pada tahun 2011 merupakan Program Kerja Departemen Pengembangan dan Penelitian Pertanian (Litbangtan) di bawah Himagron IPB. Bicara lebih jauh lagi ke belakang, Festival Tanaman pernah menjadi bahan bahasan pada pertemuan nasional ke IV FKK Himagri dalam masa bakti tahun 1990-1992. Hal ini menunjukan Fruit Indonesia telah melalui banyak proses dan waktu yang panjang serta telah diperjuangkan dari tahun ke tahun oleh mahasiswa pertanian, khususnya mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB. Namun dibalik itu semua, terdapat beberapa dampak dan isu-isu menarik dalam kegiatan ini khususnya yang terjadi di tahun 2016. Berikut beberapa isu yang saya tangkap hingga saat ini :



Fruit Indonesia Berhasil Meningkatkan Perhatian Pemerintah dalam Mengembangkan Buah Nusantara

img_8504

17 November 2016, bapak Presiden RI, Joko Widodo, didampingi oleh sejumlah jajarannya, antara lain Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) dan Darmin Nasution (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) menghadiri kegiatan Fruit Indonesia 2016. Beliau mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan buah tropika dalam upaya meningkatkan daya saing buah lokal. Bentuk meningginya perhatian pemerintah terhadap Buah Nusantara juga ditunjukan oleh semakin banyaknya kementerian yang turut mendukung kegiatan Fruit Indonesia diantaranya seperti Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tidak sebatas ini saja, Bapak Jokowi juga menginstruksikan untuk memperluas lahan perkebunan buah di Indonesia sehingga Indonesia nantinya mampu menguasai pasar buah dunia.


Buah Nusantara Semakin di Lirik Pengusaha dan Pembeli dari Luar Negeri

img_8767

Business Matchmaking adalah salah satu agenda dalam Fruit Indonesia 2016 yang mempertemukan pengusaha buah dalam negeri dengan pembeli dari luar maupun dalam negeri. Dalam kegiatan ini, Fruit Indonesia 2016 mengundang beberapa pelaku bisnis maupun buyer dari Asean, Timur Tengah dan lain-lain. Transaksi jual beli serta kontrak bisnis antar pengusaha telah tercapai dalam kegiatan kali ini. Kegiatan ini berhasil menunjukan bahwa Buah Indonesia juga patut dipertimbangkan di pasar dunia.


Pengusaha Buah yang Membuka Stand di Fruit Indonesia 2016 Merasa Pengunjung Kurang Ramai

img_9141

Pada tahun-tahun sebelumnya, Fruit Indonesia yang masih dikenal dengan nama FBBN selalu menawarkan dan menghadirkan pengusaha-pengusaha dalam negeri, khususnya pengusaha buah-buahan nusantara, untuk memamerkan dan memasarkan produknya serta membuka stand yang telah disediakan oleh panitia. Namun sayangnya, beberapa pengusaha yang membuka stand di Fruit Indonesia 2016 mengeluh terkait sedikitnya masyarakat yang hadir dalam stand penjualannya tersebut sehingga barang dagangannya tidak habis dalam sehari. “Tahun lalu, barang dagangan kami habis tidak dalam satu hari.” ucap salah satu pedangan buah di standnya. Hal ini diduga karena lokasi kegiatan, Parkir Timur Senayan Jakarta, yang kurang terekspose dan jauh dari jalan raya. Lokasi tersebut berbeda dengan lokasi FBBN 2015 yang diselenggarakan dekat dengan jalan raya dan cenderung dilewati oleh masyarakat umum yaitu di Kampus Baranangsiang IPB.


Karnaval Fruit Indonesia Sepertinya Memiliki Peserta Setia dari Kalangan Masyarakat Umum

img_3956

Karnaval Fruit Indonesia 2016 diselenggarakan secara terpisah pada tahun ini. Karnaval tetap diselenggarakan di Bogor dengan rute yang sama seperti FBBN 2015 yaitu mengelilingi Kebun Raya Bogor. Pihak panitia yang bertanggung jawab di karnaval ini mengaku sering menerima pertanyaan yang sama yaitu terkait kaos karnaval. Pasalnya dalam kegiatan FBBN yang saya ketahui, selama tiga tahun berturut-turut, masyarakat yang mengikuti karnaval mendapatkan kaos secara cuma-cuma. Namun hal tersebut tidak terjadi pada tahun ini karena beberapa alasan. Meskipun begitu, masyarakat tetap antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Bahkan terdapat panitia yang mengaku melihat salah satu peserta karnaval (dari kalangan masyarakat umum) yang hadir di setiap tahun diselengarakannya karnaval ini. Salah satunya adalah seorang bapak di bawah ini (ada yang mengenalnya? hehe)

img_4247


Benar atau tidak? Ruang Lingkup Kontribusi Mahasiswa AGH dalam Kegiatan ini Semakin Sempit

img_8990

Isu ini sempat hangat di kalangan mahasiswa AGH IPB selama mempersiapkan kegiatan ini. Pasalnya, beberapa orang dalam kepanitiaan yang telah dibentuk sejak awal tahun 2016 ini sempat merasa kebingungan dan kurang tau hal apa saja yang harus dilakukan selama beberapa bulan. Hingga pada akhirnya, 2-3 bulan mendekati acara tiba, mulailah semua panitia tersebut dikerahkan lebih giat lagi. Saat ini Fruit Indonesia yang merupakan kegiatan Internasional memang telah banyak didukung oleh banyak pihak dalam pelaksanaannya seperti Mahasiswa AGH, Departemen AGH, pihak IPB, Alumni IPB, BLST, Kementerian dan sebagainya maka tidak heran isu ini sempat hangat di kalangan mahasiswa AGH. Namun terdapat salah satu pihak yang menyatakan bahwa Fruit Indonesia bukan milik Himagron lagi sempat membuat beberapa mahasiswa AGH yang mengetahui memanas. Padahal dalam sejarahnya, Himagron merupakan salah satu pihak yang telah memperjuangkan kegiatan ini sejak masih menyandang nama Festival Tanaman. Namun dibalik itu semua, hal yang paling penting bagi kami yang mengetahui pernyataan tersebut adalah Fruit Indonesia 2016 tetap terlaksana dengan baik dan tujuan utamanya, yaitu untuk meningkatkan minat konsumsi, kualitas dan kuantitas buah nusantara, dapat tercapai.



Sekian dampak dan isu-isu menarik yang saya rasakan selama menjadi panitia Fruit Indonesia 2016. Kekurangan setiap acara seringkali dijumpai dan akan menjadi bahan pelajaran untuk kami semua kedepannya dalam menyelenggarakan kegiatan selanjutnya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini khususnya kepada masyarakat umum yang tetap setia mengikuti agenda ini. Semoga konsumsi buah nusantara terus meningkat dan mampu bersaing di pasar dunia ya. Salam hangat dari saya, Panitia Dokumentasi (PHDTP) Fruit Indonesia 2016 🙂

capture

2 thoughts on “Fruit Indonesia 2016 : Dampak dan Isu Menarik dalam Pelaksanaannya

    • Dalam kegiatan ini banyak buah yang dipamerkan gan. Untuk dilirik oleh pasar tradisionalnya kurang tau gan. tapi langkah yang paling tepat supaya dilirik adalah peningkatan kualitas dan kuantitas buahnya gan. Konsumsi buah lokal yang banyak ya gan 🙂 hehehehe…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s